MACAM-MACAM ARUS LISTRIK

         Pada dasarnya kita mengenal dua macam arus listrik yang dihasilkan oleh sumber listrik yang dihasilkan oleh sumber listrik,yaitu:

    1. Arus Bolak-balik atau dalam bahas bakunya disebut Arus AC atau Alternating Current.

    2. Arus Searah atau dalam bahasa bakunya disebut Direct Current atau arus DC.


1. LISTRIK ARUS BOLAK BALIK

    Pada umumnya listrik arus bolak-balik ini banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai penerangan rumah tangga dan lainya seperti menjalankan kipas angin,setrika dan lain-lain.

    Listrik arus bolak-balik ini di hasilkan oleh sumber pembangkit tenaga listrik yang dinamakan Generator Arus Bolak-Balik yang terdapat pada Pusat-pusat Pembangkit Tenaga Listrik. Bentuk dari Generator tersebut adalah seperti pada gambar sederhana di bawah ini:

    Pada umumnya tegangan listrik yang dipergunakan untuk keperluan umum sudah distandarisasi secara nasional yaitu 110V dan 220V/AC dengan frekuensi sebesar 
50 HZ. Perlu diperhatikan bahwa tegangan listrik baik yang 110V maupun 220V selain berguna bagi kehidupan manusia,juga sangat berbahaya apabila memperlakukanya kurang hati-hati,hindari jangan sampai aliran listrik tersebut tersentuh oleh tangan apalagi anak-anak.

              Untuk mencegah dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,sebaiknya kabel-kabel penghantar listrik atau letak stop kontak tidak mudah di jangkau oleh anak-anak. 

STOP KONTAK

 

    Untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik pada ujung kabel atau stop-kontak dapat dipergunakan suatu alat pengetes yang disebut Test-Pen atau kalau ada menggunakan alat ukur yang disebut AVO Meter. Alat ini sangat penting dan dianjurkan agar setiap rumah memiliki alat tersebut,harganya relatif murah dan banyak dijual di pasaran.

Test-Pen


2. LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

    Kalau kita perhatikan lampu peneranga yang terdapat pada kendaraan bermotor,sumber listriknya tidak lain berasal dari Battery atau Akumulator (akki/Accu).
    Akumulator adalah termasuk sumber listrik yang dapat menghasilkan Tegangan Listrik Arus Searah (DC). Prinsip kerja dari Akumulator adalah berdasarkan proses kimia.
    Bentuk fisik dari akumulator adalah seperti pada gambar di bawah ini:
Akumulator (Aki/Accu)



    Akumulator termasuk dalam jenis Batery Basah,selain daripada itu dalam bidang listrik dan elektronika selain batery basah kita mengenal pula istilah Batery kering yang bentuknya seperti pada gambar di bawah ini:
Baterai

    Dengan perkembangan teknologi elektronika saat ini, Listrik arus searah (DC) dapat dihasilkan dengan cara merubah arus Bolak-Balik (AC) menjadi arus Searah (DC) dengan menggunakan suatu alat yang disebut Power Supply atau Adaptor.
    Salah satu contoh dari rangkaian  Power Supply ini adalah seperti  pada gambar di bawah ini:
POWER SUPPLY
   
    Sebagai dasar dari rangkaian Power Supply adalah sebuah komponen Diode yang berfungsi sebagai penyearah, artinya adalah dapat merubah dan menyearahakan Arus Bolak-Balik (AC) menjadi Arus Searah (DC).










Komentar